Berbicara tentang sistem pendidikan bangsa ini, tentu takkan terlepas dari apa yang disebut dengan guru. Guru berperan dan berfungsi dengan sangat dominan di area pelaksanaan pendidikan. Berbahagialah jika sistem pendidikan nasional semestinya menjadi acuan yang diharapkan adil dan membentuk karakter terbaik untuk masa depan bangsa ini.
Tetapi lihatlah, tidak perlu terlalu jauh melihatnya, cukup di lingkungan sekitar kita saja, apakah benar guru sebagai insan yang dihormati itu sudah cukup layak untuk hidup?
Tidak saja cukup penghargaan akreditasi yang dalam prosesnya hampir bisa membuat gila dan menjadi manusia apatis,hanya untuk sekedar lulus proses sertifikasi!.
Tidak saja cukup menjadi guru PNS yang diganjar dengan gaji dan tunjangan cukup membuat tersenyum,walau entah berapa besar pajak yang dikenakan kepada rakyat sendiri, tetapi lebih baik daripada terpaksa utang keluar negeri agar bisa membayar gaji PNS.Terlalu!.
Tidak saja menjadi showroom berjalan untuk para pelaku usaha, naik gaji maka ganti juga penampilan,entah motor baru,mobil baru,laptop baru,rumah baru,baju baru, semoga bukan suami atau istri baru :). Bahagialah para pelaku usaha itu, bayangan keuntungan sudah di depan pelupuk mata.
Tidak saja cukup penghargaan sosial dan derajat sosial yang didapat karena pandangan masyarakat, bahwa guru adalah profesi yang mulia, mempunyai dedikasi yang tinggi, mempunyai jenjang pendidikan yang lebih baik.
Tidak saja cukup dengan harapan bahwa pensiun di kemudian hari akan mempunyai hari-hari yang indah dengan sejumlah tanda terima kasih dari pemerintah setiap bulannya, tentunya berharap tidak ada potongan pajak dan biaya siluman untuk dana pensiunnya,semoga saja :).
Tetapi ada syaratnya !!!

No comments:
Post a Comment